Dari sini saya belajar/berusaha untuk menghindari namun sungguh sangat diluar nalar apa yang datang apa yang berlalu namun datang lagi bagaikan angin yang menyambar tanpa ada teguran bahkan tanda” natural tapi namanya juga hidup

Disini saya sedikit bercerita Dimana Sebelumnya seorang anak berjuang bersama leluhurnya yakni kakek. Menjelang masa-masa dimana kemandirian sudah terproses dari sebelumnya Tujuan seorang anak hanya terfocus bagaimana cara untuk Membahagiakan Leluhurnya. Kemarin setahun yang lalu hal tersebut tersalurkan Rasa syukur sangat ku panjatkan kepada Sang Pencipta. Bahagia tak terhingga saat memandang jauh secara virtual mereka menikmati hasil keringat dari anak(cucu) laki”nya

tepat pada tanggal 19/02/2023 Kegelisahan itu datang sampai lupa cara tidurku. Dalam benak saya masih bertanya tanya ??? Tapi saya hanya berfikir bahwa mungkin kerjaan membuat saya pada posisi tersebut tapi dugaan tersebut sangat diluar nalar tepat pada Pukul 11:00 23/02/2023 Ponsel berdering tak berhenti henti pada saat itu saya merespon panggilan tsb lalu IBU berkata yang kuat ya nak sambil menangis Kakek telah Tiada, Allah Lebih Menyayanginya. Saya terdiam sejenak Woww Berita tersebut Membuat saya termenung dan tak Percaya hal itu lalu Ponsel berdering terus baik dari Keluarga di kalimantan, Papua, Kendari dll dari situlah saya percaya bahwa Kakek yang saya perjuangkan selama ini telah meninggalkan saya, yaaa goresan itu sangat dalam
Menjelang 40 Hari meninggalnya kakek saya Beranjak Pulang dalam upacara adat yang berada di Desa terpencil yakni Tana Toraja Sul-Sel dengan Perasaan masih tergores karna upacara Pemakaman Kakek saya tidak kunjung menghadirinya di karenakan tanggung jawab dari Pekerjaan. Upacara Adat sudah terlaksana akan tetapi yang korban tetap keluarga kecil saya disebabkan keegoisan Keluarga akan Kakek. Kami hanya Diam melihat kelakuan keluarga dan pada intinya Adat kami tetap jalankan sesuai aturan yang melekat pada diri kami sejak dahulu kala. Bapak saya Berusaha semaksimal mungkin, banyak cara telah ia lakukan sehingga menjadi beban pada dirinya(stress) akan tetapi itulah sosok ayah ia tidak mengeluh di depan anaknya melainkan menyembunyikan Hal-hal yang sangat fatal yang akan terjadi kedepannya.
Kebutuhan ia perjuangkan demi seorang Bapaknya untuk melaksanakan upacara adat boleh di kata sudah disiapkan sehingga upacara dilaksanakan sesuai rencana Beliau akan tetapi Dalam proses Upacara adat beliau datang disampingku pandangan saya sangat beda terhadap beliau, beliau mata memerah wajah kucat dan tiba berbaring disamping dengan memengang kepalanya sambil menjerit lalu saya berkata Pak minum air Ya Pak🥹 lalu beliau meminumnya dan bangun lagi untuk menyapa Tamu” yang berdatangan dan pada akhirnya Dengan mengatas namakan yg Maha kuasa upacara adat Telah terlaksana tanpa kekurangan satupun, tugas beliau sudah usai…. Menjelang beberapa hari saya ikut berpamitan kepada beliau untuk menjalankan Rutinitas saya kembali dan sempat saya singgung Pak….usahakan cepat ke rumah sakit ya. Lalu dengan tegarnya ia berkata saya sehat” saja…. Jangan kwatirkan saya tapi dalam benak ini berkata lain sungguh luar biasa sangat rapih dalam menyembunyikan sesuatu untuk meringankan beban fikiran saya dirantauan sana 🥹🥹🥹
Menjelang Dua (2) Minggu Kakak menghubungi saya dengan berkata jangan kaget ya coba tenangkan fikiran dulu dan mohon berdoa karna bapak sudah 2 hari dalam perawatan Di RS. Kondisinya saat ini dalam masa kritis jadi tetap tenang dalam bekerja 🥹🥹🥹 Perasaan bercampur aduk hanya bisa merenung dan panjatkan Doa. Tepat pada shifft malam saya bekerja dengan feeling jika ada panggilan secara Tiba” bahwa itu berita sangat Buruk bagi saya 🥹 tak jauh dari dugaan saya tepat pada Pukul 04:00 ponsel saya berdering lalu saya mengangkatnya terdengar suara tangisan yang tak henti hentinya 🥹🥹🥹 Saya terpojok dan tak percaya hal itu terjadi, airmata menetes sendirinya sambil kepala tertunduk,,satu katapun sangat sulit terucap bahkan Ponselpun terjatuh sendirinya tanpa sadar….semuanya hancur dan teman kantorpun kebingungan apa yg sedang terjadi?????? Lalu salahsatu dari kerabat saya mengambil ponsel yang terjatuh lalu Mendengarkan suara tangisan lalu memeluk saya satupersatu untuk menguatkan saya sungguh Luar biasa Perjalanan Hidup ini 🥹🥹🥹


Tugas saya saat ini belum berakhir jika sang Maha Kuasa berkenan mengijinkan saya untuk mengantar beliau sampai ke pengistrahatan terakhirnya dan melancarkan Ritual upacara adat, itu sangat saya syukuri jika terlaksana seturut kehendak yang maha kuasa, Doa dan Harapan saya lanturkan Terimakasih 🙏🙏🙏





























