Apa yang berasal dari hati akan sampai ke hati

Tak lama saya bertemu seseorang Tanpa sengaja. Kami dari kota yang berbeda tidak pernah saling kenal pastinya. Kemudian Kami menjadi teman dalam waktu singkat. Dia biasa memanggil saya orang asing dan berbagi cerita, Saya merasa diberkati pada waktu itu. Kami memiliki cerita hampir sama sakitnya. Dia tak tahu segalanya tentang saya begitupun dengan sebaliknya, saya tahu seperti apa dia semenjak ia melantunkan beberapa kalimat dan dari gaya bahasa saat ia kata iya nggak si, tanpa sadar dalam hati berkata ada sesuatu yang mengganjal, kok rasanya saya tahu apa yang terjadi akan tetapi saya membisu lalu berharap dia pasti bisa jalani semuanya. saya merasa bangga terhadap sosok wanita ini dari raut wajah tak terlintas apa yang sedang terjadi dalam hidupnya, sangat hebat menyembunyikan hal itu, saya tertarik pada awalnya ingin membantu meskipun tak seberapa tapi tipenya orang ini persis sama dengan saya (ketidak enakan), sepanjang perjalanan itu saya sudah canggung membahas itu, sampai saat ini pun saya tidak memberanikan diri membahas tetang itu, siapapun kamu saya ingin tulus berbagi denganmu karna itulah alasan saya berada di sini, 6 tahun yang lalu hal yang memang paling terberat yang saya hadapi yakni masalah dalam keluarga, ya masalah itu datang menyapa saya (i’m broken home to ) saya tersesat merusak diri, lalu lari dari zona pahit itu berpindah ketempat yang jauh membuang diri tanpa adanya rasa takut, bertahan hidup sendirian, untungnya pada waktu itu saya memiliki uang saku yang cukup lalu saya banyak belajar di luar sana dan bertemu dengan beberapa orang di suatu tempat (pare) lalu sharing tentang bagaimana pencapaian (proses) hidupnya, lalu termotivasi, tertarik banyak hal yang harus di pelajari dari orang berpengalaman, satu pesannya yakni sampai mati pun kita harus belajar banyak hal sekarang bangkit kejar impianmu dan yang datang itu jadikan inspirasi bukan keterpurukan, Tuhanmu tak pernah mencobai hambanya tapi itu berkat suatu saat nanti, satu tahun berlalu saya memberanikan diri lagi memilih garis dalam menjalani hidup di kota lain, saya berpindah tanpa sepengetahuan orang dekat saya tapi jujur ketidakpuasan saya saat itu sampai sekarang ingin mendalami hidup dari NOL sampai menengah lalu naik level selanjutnya kembali ke tengah dengan tujuan Kemanusiaan
lanjut cerita berpindah kota di yogyakarta melanjutkan study di salah satu universitas oh iya awalnya focus study tapi yaa kok ada yang kurang lalu bergegas liar mencari apa yang kurang, jawabannya 3 tahun lalu saya sadar nilai di atas kertas itu belakangan tapi jangan dilepas tetap berjalan lalu yang utama berkelana di kota sultan yang istimewa ini banyak ilmu dan nilai-nilai kehidupan yang dapat di petik, dan berjalan 5 tahun seorang diri banyak hal yang terlewatkan sungguh jalan itu buram dan Sang pencipta mengijinkan saya naik ke level medium seperti pada rencana 6 tahun lalu, saya siap akan itu karna saya percaya jika kita menabur energi positif pasti selalu ada jalan, dan jangan pernah berhenti berdoa jangan biarkan dirimu haus tetap syukuri apa yang datang, selalu mengedepankan sang pencipta apapun yang kita lakukan.
ya Beberapa hari ini kami saling komunikasi lewat sosial media.
Perlahan, saya mulai mengembangkan perasaan untuknya tanpa maksud lainnya karna saya menyimpulkan bahwa kami tidak akan menjalin hubungan, Tanpa tahu timbulnya Fikiran tentang dia di saat saya rasa ia mulai menjadi sangat jauh. Dia mulai mengabaikanku tapi anda harus tau saya tulus membantu kapanpun itu karna itulah prinsip/tugasku dalam setiap perjalananku saat ini dan selamanya. baik-baik ya anda tidak sendirian, pintu ini selalu terbuka untukmu

Diterbitkan oleh innermean

Nama saya Alex Sima Karurukan, lahir di Tana Toraja, 28 Desember 1997. anak keketiga dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai PETANI dan sejak saya masih remaja saya memberanikan diri merantau meninggalkan Tanah kelahiran saya untuk mengejar pendidikan. Semasa kecil saya pernah hidup di ladang perkebunan bersama keluarga kecilku, setiap hari kami bersama ayah mengelola kebun untuk memenuhi kehidupan kami sekeluarga saat itu. Namun itu tidak pernah membuat semangat belajar saya turun. Justru karena itulah saya semakin giat belajar dan termotivasi meraih cita-cita. saat ini saya melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta. fb : alex sima buttu karurukan ig : alex_karurukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: