Lebih baik jadi musuh daripada penghianat

Situasi kadang membuat seseorang di kuasai oleh ego atas ketidakpuasaan. benar kata orang-orang semuanya akan ambyar pada waktunya kemungkinan keterbatasan dari hidup sehingga kesadaran itu hilang akan tetapi kita tetap memaksakan keadaan tanpa memikirkan keterbatasan kita. Jika suatu saat kawan-kawan mengalami masalah dengan orang dekat anda jika ingin memilih jalan tersebut saran saya jadilah seorang musuh !!! karna sebagai musuh peran berbeda dan cara kita menyikapinya berbeda bisa secara diam tanpa melukai, merugikan orang-orang daripada menjadi seorang penghianat. Kehidupan akan terus berlanjut meskipun butiran air akan tetap tersisa tapi kawan menjadi seorang musuh lebih dingin daripada penghianat. Penghianat akan terus tergores, teringat, serta tumbuh membekas tapi seorang musuh hanya menghasilkan kebencian yang tertanam na kelak kebencian itu akan layu, berlalu, terhapus oleh waktu nurani manusia, percayalah suatu kelak kita bersama lagi. Kadang musuh mengajari kita berdiri pada diri sendiri sedangkan penghianat hanya ingin melihat kita jatuh terpuruk. Pembelajaran sangat penting bagi sesama tapi sebuah pilihan lebih layak dipertimbangkan untuk melangkah lebih jauh.

Diterbitkan oleh innermean

Nama saya Alex Sima Karurukan, lahir di Tana Toraja, 28 Desember 1997. anak keketiga dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai PETANI dan sejak saya masih remaja saya memberanikan diri merantau meninggalkan Tanah kelahiran saya untuk mengejar pendidikan. Semasa kecil saya pernah hidup di ladang perkebunan bersama keluarga kecilku, setiap hari kami bersama ayah mengelola kebun untuk memenuhi kehidupan kami sekeluarga saat itu. Namun itu tidak pernah membuat semangat belajar saya turun. Justru karena itulah saya semakin giat belajar dan termotivasi meraih cita-cita. saat ini saya melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta. fb : alex sima buttu karurukan ig : alex_karurukan

4 tanggapan untuk “Lebih baik jadi musuh daripada penghianat

  1. Sebuah analogi yang menarik, Kak. Lebih baik jadi musuh yang bisa membangun kita menjadi lebih baik, dari pda menjadi pengkhianat yg senang melihat keterpurukan kita.
    Nice post!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: