Isolasi Dusun Bernada

Ia adalah nafas yang kujagai 

Menyeruak merintih di sanubari

Ini cerita dibalik cerita yang tiada akhir

Tentang daun hijau yg gugur terkulai

Tentang ranting matoa yang gemeretak

Di saat seperti ini hanya bisa membuai khayalan

Namun, gejolak batin selalu mengintai

Memecah sepi di ruang hening

Biar paras melukis sendu

Samar langkah dimaknai suatu misteri

Segala gambaran ialah sebuah bingkisan kehidupan

Di saat bulan bertanggal rahasia

Dalam ibadah singkat, kesabaran panjang 

Agar Tulus itu di Aminkan

Bahwa penantianku sudah ikhlas untukmu 

Di pusat nurani hanya perih tertanam 

Dari kekilafan jiwa kau guyurkan air mata

Diterbitkan oleh Alex Sima Karurukan

Nama saya Alex Sima Karurukan, lahir di Tana Toraja, 28 Desember 1997. anak keketiga dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai PETANI dan sejak saya masih remaja saya memberanikan diri merantau meninggalkan Tanah kelahiran saya untuk mengejar pendidikan. Semasa kecil saya pernah hidup di ladang perkebunan bersama keluarga kecilku, setiap hari kami bersama ayah mengelola kebun untuk memenuhi kehidupan kami sekeluarga saat itu. Namun itu tidak pernah membuat semangat belajar saya turun. Justru karena itulah saya semakin giat belajar dan termotivasi meraih cita-cita. saat ini saya melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta. fb : alex sima buttu karurukan ig : alex_karurukan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai