Ia adalah nafas yang kujagai
Menyeruak merintih di sanubari
Ini cerita dibalik cerita yang tiada akhir
Tentang daun hijau yg gugur terkulai
Tentang ranting matoa yang gemeretak
Di saat seperti ini hanya bisa membuai khayalan
Namun, gejolak batin selalu mengintai
Memecah sepi di ruang hening
Biar paras melukis sendu
Samar langkah dimaknai suatu misteri
Segala gambaran ialah sebuah bingkisan kehidupan
Di saat bulan bertanggal rahasia
Dalam ibadah singkat, kesabaran panjang
Agar Tulus itu di Aminkan
Bahwa penantianku sudah ikhlas untukmu
Di pusat nurani hanya perih tertanam
Dari kekilafan jiwa kau guyurkan air mata
