Kisah kita tak mungkin terjadi. Tetapi sesekali kepalaku berimajinasi, bertanya-tanya, bisakah masing-masing dari kita, sejenak melupakan ego dunia, dan biarkan cinta yang mengambil segala kendalinya? belajar mengikhlaskan mungkin satu-satunya, bila memang takdirku bukan takdirmu, kisah ini pun nantinya akan jadi pembelajaran masing-masing dari kita. Dan kita saling sepakat, titik tertinggi mencintai, bukan dengan saling memiliki.
Bila nantinya kutemukan tubuhmu di dekap yang lain, dan senyummu begitu cerah, kamu tau, meski di dada terasa sakit, di mataku berlinang air, bahagiamu tetaplah jadi Di raut cemberutmu, sabarku belajar dan kian bertambah. Seluruh kekuranganmu, tak pernah sekalipun mengurangi perasaanku, karena bagiku, yang sempurna sungguh tak ada apa-apanya dibanding ia yang jujur, tulus dan apa adanya. Kesederhanaanmu selalu sanggup membuatku merasa cukup. Tawamu tak pernah dibuat-buat, lepas dan bebas. Jadi bagian dari rute hidupmu, adalah jalan yang ingin kutempuh. Tetapi kenapa, setelah kutemukan kamu, dan sekali lagi ingin kupercaya cinta, kisah kita tak bisa tercipta